Onad Ditangkap Bersama Istri, Jerat Narkoba di Balik Janji “Kapok” dan Citra Lintas Agama

7 Min Read

Dunia hiburan Indonesia kembali diguncang oleh kabar mengejutkan. Musisi, aktor, dan presenter Onadio Leonardo, atau yang akrab disapa Onad, ditangkap oleh pihak kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan narkoba pada Jumat, 31 Oktober 2025. Penangkapan ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, yang menyatakan bahwa Onad tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Kabar ini sontak menjadi sorotan publik, bukan hanya karena status Onad sebagai figur publik yang tengah naik daun, tetapi juga karena ia tidak ditangkap sendirian. Istrinya, Beby Prisillia Gustiansyah, turut diamankan dalam operasi yang sama. Penangkapan ini terasa ironis, mengingat Onad baru saja menyambut kelahiran anak keduanya kurang dari dua bulan lalu dan citranya belakangan ini sangat positif berkat kedekatannya dengan pendakwah Habib Jafar.

Peristiwa ini menandai kedua kalinya Onad berurusan dengan hukum karena kasus narkoba, setelah sebelumnya ia pernah mengakui masa kelamnya di usia muda. Kini, di tengah puncak karier dan kebahagiaan keluarga, Onad harus kembali menghadapi konsekuensi hukum yang serius.

Kronologi Penangkapan

onad
Aktor Onadio Leonardo saat jumpa pers film The Last Prank di kantor Falcon Pictures, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2022)

Penangkapan Onad dan istrinya bukanlah sebuah operasi tunggal yang tiba-tiba. Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indradi, kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya.

Berawal dari Sunter

Rangkaian operasi ini dimulai pada Rabu, 29 Oktober 2025, sekitar pukul 19.00 WIB. Tim dari Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pertama kali mengamankan satu orang di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari penangkapan pertama inilah, polisi melakukan pengembangan yang mengarah ke nama Onadio Leonardo.

Penggerebekan di Kediaman Onad

Berdasarkan informasi dari pengembangan tersebut, polisi kemudian bergerak menuju kediaman Onad di Perumahan Trevista West Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Di lokasi kedua inilah, polisi mengamankan Onad bersama istrinya, Beby Prisillia, yang diidentifikasi sebagai wanita berinisial B. Dengan demikian, total ada tiga orang yang diamankan dalam rangkaian penangkapan ini dari dua lokasi berbeda.

Barang Bukti: Sisa Ganja dan Dugaan Konsumsi Ekstasi

Saat melakukan penggeledahan di kediaman Onad, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan penyalahgunaan narkotika. Brigjen Ade Ary Syam Indradi merinci temuan di lokasi penangkapan Onad, yang meliputi:

  • Satu plastik klip kecil berisi batang ganja.
  • Satu lembar papir (kertas linting).
  • Satu boks kecil.
  • Tiga unit telepon genggam.

Selain ganja, polisi juga menduga Onad telah mengonsumsi narkotika jenis ekstasi sesaat sebelum penangkapan. Namun, barang bukti ekstasi tersebut tidak ditemukan di lokasi. “Berdasarkan hasil pendalaman di lapangan, maka barang bukti ekstasinya sudah habis karena diduga dipakai. Yang ditemukan hanya ada beberapa sisa ganja di dalam plastik,” jelas Ade Ary.

Terjatuh di Lubang yang Sama: Pengakuan Masa Lalu Onad

istri onad
Penyanyi Onadio Leonardo bersama sang istri, Bebi Prisilia saat ditemui di gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019)

Penangkapan ini menjadi catatan kelam kedua bagi Onad terkait narkoba. Ironisnya, beberapa tahun lalu, ia pernah secara terbuka mengakui riwayatnya sebagai pecandu. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube pada 2020, Onad mengaku pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba saat usianya 21 tahun, ketika popularitasnya sedang menanjak bersama band Killing Me Inside.

Pada saat itu, Onad dengan tegas menyatakan bahwa kecanduan bukanlah karena faktor lingkungan, melainkan karena keinginan pribadi yang didasari rasa penasaran. “Gue nggak pernah percaya orang yang kecanduan itu karena lingkungan, nggak, dia suka. Dia nggak tau (rasanya) dia nyoba dulu, penasaran dulu,” ungkapnya kala itu.

Ia bahkan mengaku telah berhenti total dari barang haram tersebut karena takut ditangkap polisi dan tidak ingin mengecewakan keluarganya, terutama istri dan anaknya yang menjadi alasan terkuatnya untuk berubah. Pengakuan masa lalunya ini kini kembali viral dan menjadi perbincangan, menyoroti betapa sulitnya lepas dari jerat narkotika.

Ironi di Tengah Citra Positif dan Kebahagiaan Keluarga

Kabar penangkapan Onad terasa sangat kontras dengan citra yang ia bangun dalam beberapa tahun terakhir. Dari seorang musisi “anak band” yang identik dengan gaya hidup bebas, Onad bertransformasi menjadi figur yang lebih dewasa, seorang suami, dan ayah dari dua anak.

Keluarga dan Kelahiran Anak Kedua

Penangkapan ini terjadi di saat yang sangat sensitif bagi keluarganya. Istrinya, Beby Prisillia, baru saja melahirkan anak kedua mereka, seorang putri bernama Janeera Deluca Leonardo Wage, pada 8 September 2025. Momen kebahagiaan yang belum genap dua bulan itu kini harus terusik oleh kasus hukum yang menjerat kedua orang tuanya. Banyak warganet yang menyayangkan kejadian ini dan mengungkapkan keprihatinan terhadap nasib istri dan anak-anaknya.

Kedekatan dengan Habib Jafar dan Reaksi Publik

agama onad
Habib Jafar dan Onadio Leonardo

Citra positif Onad juga meroket berkat kedekatannya dengan pendakwah Habib Husein bin Ja’far Al Hadar. Program dialog mereka yang mengusung tema toleransi dan persahabatan lintas iman menuai banyak pujian dan menjadi simbol keharmonisan. Kedekatan mereka yang dijuluki “sahabat beda server” membuat banyak orang melihat sisi lain dari Onad yang lebih terbuka dan positif.

Akibatnya, setelah kabar penangkapan ini menyebar, akun media sosial Habib Jafar langsung diserbu oleh warganet yang terkejut dan mencari konfirmasi serta tanggapan dari sang habib. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya citra positif yang telah dibangun Onad bersama sahabatnya itu di mata publik.

Saat ini, Onad, Beby Prisillia, dan satu tersangka lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Barat untuk pendalaman lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan akan memberikan informasi lebih detail setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. Kasus ini sekali lagi menjadi pengingat pahit bahwa ancaman narkoba dapat menyentuh siapa saja, terlepas dari citra dan status sosial yang dimiliki.

TAGGED:
Share This Article